Bahasa

Sebuah lukisan dinding di Teotihuacan, Mexico (sekitar 200 AD) menggambarkan seseorang mengeluarkan gulungan lisan dari mulutnya, menyimbolkan berbicara.
Cuneiform adalah bentuk bahasa tulis yang pertama kali diketahui, tetapi bahasa lisan mendahului tulisan paling tidak sejak puluhan ribu tahun sebelumnya.
Dua perempuan belajar Bahasa Isyarat Amerika.
Tulisan Braille merepresentasikan bahasa dalam bentuk taktil.

Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah bahasa disebut ilmu linguistik.

Perkiraan jumlah bahasa di dunia beragam antara 6.000–7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung pada suatu perubahan sembarang yang mungkin terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tetapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia bersifat independen terhadap modalitas. Sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat mempelajari dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna tertentu.

Bahasa oral dan bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.

Bahasa manusia unik karena memiliki sifat-sifat produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena secara keseluruhan bahasa manusia bergantung pula pada konvensi serta edukasi sosial. Strukturnya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi hewan yang diketahui.

Sejak zaman hominin, bahasa diperkirakan mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi antarprimata. Primata kemudian mulai memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas. Perkembangan tersebut terkadang diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak, dan banyak ahli bahasa berpendapat bahwa struktur bahasa berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang berbeda pada otak manusia, terutama di area Broca dan area Wernicke.

Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih pada umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, misalnya untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk dandanan sosial dan hiburan.

Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu, dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan sifat-sifat mana yang harus dimiliki oleh bahasa leluhurnya supaya perubahan nantinya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai rumpun bahasa.

Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga Indo-Eropa. Termasuk di dalamnya adalah bahasa seperti Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Bahasa Mandarin, Cantonese, dan banyak lainnya; Rumpun bahasa Afro-Asiatik yang melingkupi Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan bahasa Bantu, yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan ratusan bahasa lain yang digunakan di Afrika. Konsensusnya adalah antara 50–90% bahasa yang digunakan sejak awal abad ke-21 kemungkinan akan punah pada tahun 2100.[1] [2]

Definisi

Kata bahasa Inggris "language" diturunkan dari Indo-Eropa *dn̥ǵʰwéh₂s "lidah, perkataan, bahasa" lewat Bahasa latin lingua, "bahasa; lidah", dan Perancis Kuno langage "bahasa".[3] Kata tersebut terkadang digunakan untuk mengacu pada kode, sandi dan bentuk lain dari sistem komunikasi yang dibentuk secara artifisial seperti yang digunakan pada pemrograman komputer. Makna bahasa dalam hal ini adalah suatu sistem isyarat untuk menyandikan dan menerjemahkan informasi. Artikel ini secara khusus memperhatikan tentang sifat-sifat yang dimiliki bahasa alami manusia sebagaimana yang dipelajari dalam disiplin ilmu linguistik.

Sebagai objek kajian linguistik, "bahasa" memiliki 2 arti dasar: sebagai sebuah konsep abstrak, dan sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik. Bahasa Indonesia adalah contoh dari makna bahasa sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik. Ferdinand de Saussure, seorang linguis asal Swiss, adalah orang pertama yang merumuskan perbedaan kata dalam bahasa Perancis. Terdapat langage dalam arti bahasa sebagai sebuah konsep, langue dalam arti bahasa sebagai sistem linguistik yang spesifik, dan parole dalam arti bahasa sebagai penggunaan konkret bahasa tertentu sebagai tuturan.[4]

Bila berbicara mengenai bahasa sebagai konsep umum, dapat digunakan berbagai definisi yang menekankan aspek yang berbeda dari fenomena tersebut.[5] Definisi tersebut juga memerlukan pendekatan dan pemahaman berbeda tentang bahasa, dan terkadang memberikan kajian teori linguistik yang berbeda atau bahkan bertentangan.[6]

Kemampuan mental, organ atau insting

Salah satu definisi memandang bahasa pada pokoknya sebagai kemampuan mental yang membuat manusia dapat menggunakan perilaku linguistik: untuk belajar bahasa dan untuk menghasilkan serta memahami penyebutan. Definisi ini menekankan keuniversalan bahasa bagi semua manusia dan menggaris bawahi bahwa dasar biologis bagi kemampuan berbahasa manusia adalah perkembangan yang unik dari otak manusia. Pendukung pandangan bahwa dorongan akuisisi bahasa bersifat lahiriah pada manusia sering berpendapat bahwa hal ini didukung oleh fakta bahwa semua anak yang normal secara kognitif, yang dibesarkan dalam suatu lingkungan tempat bahasa dapat diakses, akan memperoleh bahasa tanpa pengajaran formal. Bahasa bahkan dapat berkembang secara spontan dalam lingkungan tempat orang hidup atau tumbuh bersama tanpa suatu bahasa umum, sebagai contohnya, bahasa kreol, dan perkembangan bahasa isyarat secara spontan seperti Bahasa Isyarat Nikaragua. Pandangan ini, yang dapat ditelusuri kembali ke Immanuel Kant dan René Descartes, biasanya memandang bahasa sebagai bawaan lahir. Contohnya adalah teori tata bahasa universal dari Noam Chomsky, atau teori ekstrem lahiriah dari filsuf Amerika Jerry Fodor. Definisi semacam ini sering diaplikasikan oleh orang yang mempelajari bahasa lewat kerangka ilmu kognitif dan dalam neurolinguistik. [7] [8]

Sistem simbolik formal

Definisi lain melihat bahasa sebagai sebuah sistem formal isyarat, yang tunduk pada berbagai aturan tata bahasa, untuk menyampaikan suatu makna. Definisi ini menekankan bahwa bahasa manusia dapat dijelaskan sebagai sistem terstruktur tertutup yang terdiri dari aturan-aturan yang menghubungkan isyarat tertentu dengan makna tertentu. [9] Pandangan strukturalis terhadap bahasa pertama kali diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure [10] , dan strukturalismenya tetap menjadi fondasi terhadap hampir semua pendekatan terhadap bahasa pada masa sekarang.[11]

Beberapa pendukung pandangan bahasa ini mengedepankan sebuah pendekatan formal yang mempelajari struktur bahasa dengan mengidentifikasi elemen-elemen dasarnya, dan kemudian memformulasikan penjelasan formal dari aturan-aturannya berdasarkan pada elemen-elemen mana yang digabungkan untuk membentuk kata dan kalimat. Pendukung utama dari teori tersebut adalah Noam Chomsky, pencetus teori tata bahasa generatif. Ia mendefinisikan bahasa sebagai sebuah kumpulan kalimat yang dapat dihasilkan dari sekumpulan aturan tertentu. Chomsky menganggap aturan-aturan tersebut merupakan suatu fitur lahiriah dari otak manusia dan membentuk esensi dari bahasa itu sendiri.[12] Definisi formal bahasa umumnya digunakan dalam logika formal, dalam teori-teori tata bahasa formal, dan dalam penerapan linguistik komputasi.[13] [14]

Alat komunikasi

Dua pria dan seorang wanita sedang bercakap-cakap menggunakan Bahasa Isyarat Amerika.

Definisi lain dari bahasa adalah sebagai sebuah sistem komunikasi yang membuat manusia dapat bekerja sama. Definisi ini menekankan fungsi sosial bahasa serta fakta bahwa manusia menggunakannya untuk mengekspresikan dirinya sendiri dan untuk memanipulasi obyek dalam lingkungannya. Teori tata bahasa fungsional menjelaskan struktur tata bahasa lewat fungsi komunikatifnya dan memahami struktur tata bahasa sebagai hasil dari suatu proses adaptif. Dalam proses adaptif ini, tata bahasa "disesuaikan" untuk melayani kebutuhan komunikatif penggunanya.[15] [16]

Pandangan terhadap bahasa ini berhubungan dengan kajian bahasa dalam kerangka pragmatis, kognitif, dan kerangka interaktif, serta dalam sosial-linguistik dan linguistik antropologi. Teori-teori fungsionalis cenderung mempelajari tata bahasa sebagai sebuah fenomena dinamis, sebagai suatu struktur yang selalu dalam proses perubahan saat digunakan oleh para penuturnya. Pandangan ini menyebabkan kajian linguistik tipologi menjadi penting. Kajian tipologi adalah klasifikasi bahasa-bahasa menurut fitur strukturalnya. Kepentingan ini muncul karena kajian tersebut dapat memperlihatkan bahwa proses-proses gramatikalisasi condong mengikuti lintasan yang sebagian bergantung pada tipologi. Dalam filsafat bahasa pandangan ini sering dikaitkan dengan karya terakhir Wittgenstein dan dengan filsuf bahasa umum seperti G. E. Moore, Paul Grice, John Searle dan J. L. Austin.[14]

Status unik bahasa manusia

Bahasa manusia unik bila dibandingkan dengan bentuk komunikasi lain, seperti yang digunakan oleh hewan selain manusia. Sistem-sistem komunikasi yang digunakan oleh hewan-hewan lain seperti lebah atau kera adalah sistem tertutup yang terdiri dari sejumlah kemungkinan ekspresi yang terbatas.[17]

Sebaliknya, bahasa manusia tidak bersifat tertutup, malah produktif. Dengannya manusia dapat menghasilkan sekumpulan pengucapan tak terbatas dari sekumpulan elemen terbatas dan membuat kata-kata serta kalimat baru. Hal ini menjadi mungkin karena bahasa manusia didasarkan pada suatu kode ganda: sejumlah elemen-elemen tanpa arti, yang terbatas, seperti suara atau huruf atau isyarat, dapat digabungkan untuk membentuk unit-unit makna (kata-kata atau kalimat).[18] Lebih lanjut, simbol-simbol, dan aturan tata bahasa dari setiap bahasa pada umumnya berubah-ubah. Ini berarti bahwa sistem tersebut hanya dapat dipelajari lewat interaksi sosial.[19] Sistem komunikasi yang diketahui yang digunakan pada hewan, pada sisi lain, hanya dapat menyampaikan sejumlah pengucapan yang pada umumnya berpindah secara genetis.[20]

Beberapa spesies hewan telah dibuktikan mampu memperoleh bentuk-bentuk komunikasi lewat pembelajaran sosial, seperti Bonobo Kanzi, yang belajar mengekspresikan dirinya sendiri menggunakan sekumpulan leksigram simbolis. Demikian juga, banyak spesies burung dan paus mempelajari suara-suara mereka dengan meniru anggota lain dari spesies mereka. Namun walau beberapa hewan bisa memperoleh sejumlah kata dan simbol,[notes 1] tidak ada yang bisa mempelajari lebih banyak isyarat-isyarat yang berbeda yang secara umum diketahui oleh seorang manusia berumur rata-rata empat tahun. Tidak juga ada spesies lain yang mampu memperoleh sesuatu yang menyerupai tata bahasa kompleks seperti pada bahasa manusia.[21]

Salah satu perbedaan lain antara bahasa manusia dan hewan adalah penggunaan kategori tata bahasa dan semantik, seperti kata benda, kata kerja, pemarkah masa sekarang dan masa lampau, untuk menyampaikan berbagai makna yang sangat kompleks.[21] Bahasa manusia juga unik karena bersifat rekursif: frasa kata benda mampu mengandung frasa kata benda lainnya (seperti pada frasa "bibir simpanse") atau suatu klausa mampu mengandung klausa lain (seperti pada "[Saya melihat [anjing itu sedang lari]]").[22] Bahasa manusia juga satu-satunya sistem komunikasi alami yang diketahui yang bebas modalitas, yang berarti bahwa bahasa manusia dapat digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi lewat satu kanal atau media, tetapi lewat beberapa. Sebagai contohnya, bahasa ucapan menggunakan modalitas pendengaran, sedangkan bahasa isyarat dan tulisan menggunakan modalitas visual, dan tulisan braille menggunakan modalitas peraba. [23]

Berkaitan dengan makna yang akan disampaikan dan operasi-operasi kognitif yang dibentuk darinya, bahasa manusia juga unik karena mampu mengacu pada konsep abstrak dan berimajinasi atau menciptakan kejadian-kejadian, sebagaimana halnya kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lalu atau yang mungkin terjadi pada masa depan. Kemampuan untuk mengacu pada kejadian yang tidak terjadi pada waktu atau tempat yang sama pada saat diucapkan disebut dengan pergeseran, dan meskipun beberapa sistem komunikasi hewan dapat menggunakan pergeseran (seperti komunikasi pada lebah yang dapat mengkomunikasikan lokasi dari sumber nektar yang di luar jangkauan pandangan), tingkatan kemampuan pergeseran dalam bahasa manusia juga dianggap unik.[18]

En otros idiomas
Acèh: Bahsa
Afrikaans: Taal
Alemannisch: Sprache
አማርኛ: ቋንቋ
aragonés: Luengache
Ænglisc: Sprǣc
العربية: لغة
مصرى: لغه
অসমীয়া: ভাষা
asturianu: Llinguaxe
Aymar aru: Aru
azərbaycanca: Dil
تۆرکجه: دیل
Boarisch: Sproch
žemaitėška: Kalba
беларуская: Мова
беларуская (тарашкевіца)‎: Мова
भोजपुरी: भाषा
bamanankan: Kan
বাংলা: ভাষা
བོད་ཡིག: སྐད་རིགས།
brezhoneg: Yezh
bosanski: Jezik
буряад: Хэлэн
català: Llenguatge
Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄: Ngṳ̄-ngiòng
Cebuano: Pinulongan
Chamoru: Lengguahe
کوردی: زمان
словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ: Ѩꙁꙑкъ
Чӑвашла: Чĕлхе
Cymraeg: Iaith
dansk: Sprog
Deutsch: Sprache
ދިވެހިބަސް: ބަސް
Ελληνικά: Γλώσσα
emiliàn e rumagnòl: Langua
English: Language
Esperanto: Lingvo
español: Lenguaje
eesti: Keel
euskara: Hizkuntza
فارسی: زبان
suomi: Kieli
føroyskt: Mál
français: Langage
arpetan: Lengoua
Nordfriisk: Spräke (iinjtål)
furlan: Lengaç
Frysk: Taal
贛語: 語言
Gàidhlig: Cànan
galego: Linguaxe
گیلکی: زوان
Avañe'ẽ: Ñe'ẽ
गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni: भास आनी भासविज्ञान
ગુજરાતી: ભાષા
客家語/Hak-kâ-ngî: Ngî-ngièn
עברית: שפה
हिन्दी: भाषा
Fiji Hindi: Bhasa
hrvatski: Jezik
Kreyòl ayisyen: Lang (pawòl)
magyar: Nyelv
Հայերեն: Լեզու
interlingua: Linguage
Interlingue: Lingue
Iñupiak: Uqautchit
Ilokano: Pagsasao
ГӀалгӀай: Мотт
Ido: Linguo
íslenska: Tungumál
italiano: Linguaggio
日本語: 言語
Patois: Languij
la .lojban.: bangu
Basa Jawa: Basa
ქართული: ენა
Kongo: Ndînga
kalaallisut: Oqaatsit
ភាសាខ្មែរ: ភាសា
ಕನ್ನಡ: ಭಾಷೆ
한국어: 언어
Перем Коми: Кыв
къарачай-малкъар: Тил
Ripoarisch: Sprooch
kurdî: Ziman
коми: Кыв
kernowek: Yeth
Кыргызча: Тил
Latina: Lingua
Lëtzebuergesch: Sprooch
лезги: ЧIал
Lingua Franca Nova: Lingua
Limburgs: Taol
lumbaart: Idioma
lingála: Lokótá
ລາວ: ພາສາ
lietuvių: Kalba
latgaļu: Volūda
latviešu: Valoda
मैथिली: भाषा
Basa Banyumasan: Basa
Malagasy: Fiteny
олык марий: Йылме
Baso Minangkabau: Bahaso
македонски: Јазик
മലയാളം: ഭാഷ
монгол: Хэл
मराठी: भाषा
Bahasa Melayu: Bahasa
မြန်မာဘာသာ: ဘာသာစကား
مازِرونی: زوون
Napulitano: Lengua
Plattdüütsch: Spraak
Nedersaksies: Taol
नेपाली: भाषा
नेपाल भाषा: भाषा
Nederlands: Taal
norsk nynorsk: Språk
norsk: Språk
Novial: Lingues
Nouormand: Laungue
occitan: Lengatge
ଓଡ଼ିଆ: ଭାଷା
Ирон: Æвзаг
ਪੰਜਾਬੀ: ਭਾਸ਼ਾ
Papiamentu: Idioma
Picard: Langache
Deitsch: Schprooch
पालि: भाषा
Norfuk / Pitkern: Laenghwij
Piemontèis: Langagi
پنجابی: بولی
پښتو: ژبه
português: Linguagem
Runa Simi: Rimay
rumantsch: Lingua
Romani: Chhib
armãneashti: Limbâ
русский: Язык
русиньскый: Язык
संस्कृतम्: भाषा
саха тыла: Тыл (саҥарар)
sardu: Limbas
Scots: Leid
سنڌي: ٻولي
davvisámegiella: Giella
srpskohrvatski / српскохрватски: Jezik
සිංහල: භාෂාව
Simple English: Language
slovenčina: Jazyk (jazykoveda)
Gagana Samoa: Gagana
chiShona: Mutauro
Soomaaliga: Luuqad
српски / srpski: Језик
Sranantongo: Tongo
Sesotho: Dipuo
Seeltersk: Sproake
Basa Sunda: Basa
svenska: Språk
Kiswahili: Lugha
ślůnski: Godka
தமிழ்: மொழி
ತುಳು: ಭಾಷೆ
తెలుగు: భాష
тоҷикӣ: Забон
ไทย: ภาษา
Türkmençe: Dil
Tagalog: Wika
Tok Pisin: Tokples
Türkçe: Dil
Xitsonga: Ririmi
татарча/tatarça: Тел
українська: Мова
اردو: زبان
oʻzbekcha/ўзбекча: Til
vèneto: Łéngua
vepsän kel’: Kel'
Tiếng Việt: Ngôn ngữ
Volapük: Pük
walon: Lingaedje
Winaray: Yinaknan
Wolof: Kàllaama
吴语: 語言
isiXhosa: Ulwimi
მარგალური: ნინა
ייִדיש: שפראך
Yorùbá: Èdè
Zeêuws: Taele
中文: 語言
文言: 語言
Bân-lâm-gú: Giân-gú
粵語: 語言